Login | Home | Kontak Kami | Buku Tamu
English Version   
Kebijakan
Strategi & Program

Perpustakaan
Referensi
Klipping
Proceeding
Bibliografi
Produk Coremap
Audio-Video
Photo

Metadata
Database Personal
Pelatihan
Kawasan Konservasi

Karang Batu
Karang Lunak
Sponge
Ikan Karang
Moluska
Echinodermata
Udang
Kepiting
Lamun
Rumput Laut
Mangrove

Education Series
Komik Edukasi

Baseline
Monitoring
Riset Agenda
CREEL
Konservasi Laut Daerah
Wisata Bahari

Kamus Karang
Daftar Singkatan
Panduan
Download
E-Book
 

















Anda Pengunjung ke

05927999

Sejak Mei 2007

STUDI BASELINE
2006 - Baseline Studi Ekologi Kab.Buton, Sulawesi Tenggara
14 Desember 2006

Kabupaten Buton merupakan kabupaten baru dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten ini memiliki wilayah daratan seluas 2.488,71 km2 dan wilayah perairan seluas 21.054,69 km2. Tujuh dari 17 kecamatan kabupaten ini merupakan daerah kerja COREMAP, yaitu Kecamatan-Kecamatan Mawasangka, Kadatua, Siompu, Wabula, Siontapina, Talaga, dan Lasalimu.

Sebagai lokasi COREMAP II yang baru, studi baseline ekologi sangat diperlukan untuk memperoleh data dasar ekologi dari kondisi terumbu karang di perairan Kabu-paten Buton ini, serta menentukan titik-titik awal untuk keperluan pemantauan di tahun-tahun mendatang.

Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2006 meliputi perairan Keca-matan-Kecamatan Mawasangka, Kadatua-Siompu, Wabula-Pasar Wajo, dan Lasalimu. Data yang dikumpulkan dengan me-tode RRI dan LIT meliputi data tentang karang, ikan karang, dan megabentos. Stasiun RRI berjumlah 34 stasiun (7 di Mawasangka; 8 di Kadatua-Siompu; 10 di Wabula-Pasar Wajo; dan 10 di Lasalimu) dan stasiun LIT berjumlah 7 stasiun (2 di Mawasangka; 2 di Kadatua-Siompu; 2 di Wabula-Pasar Wajo; dan 1 di Lasalimu).

Hasil:

  • Luas rataan terumbu karang di Kabupaten Buton adalah 221,82 km2, sedangkan luas mangrove 39,92 km2.
  • Sebaran terumbu karang bervariasi an-tara kategori buruk sampai baik.
  • Persentase tutupan karang hidup di Kabupaten Buton termasuk kategori sedang (29,79%) dengan luas 66,08 km2.
  • Rata-rata persentase tutupan karang hidup di 7 stasiun LIT = 34,52% dan termasuk kategori sedang.
  • Sejumlah 231 jenis ikan karang yang termasuk kedalam 35 suku dijumpai selama pengamatan dengan rasio antara ikan mayor, ikan target dan ikan indikator = 4,54: 4,03: 1.
  • Megabentos yang paling sering dijumpai adalah Fungia (CMR) dan Diadema setosum (bulu babi).

Source : CRITC COREMAP-LIPI

Attachment(s)
NoFilenameSize
1 BaseLine_Buton_2006.pdf    2531340 bytes  

ARTIKEL LAINNYA

2006 - Baseline Studi Ekologi Kab. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
2006 - Baseline Studi Ekologi Kab. Pangkajene Kepulauan (Pangkep)
2006 - Baseline Studi Ekologi Kab. Biak Numfor, Papua
2004 - Studi Baseline Ekologi Kabupaten Tapanuli Tengah
2004 - Studi Baseline Ekologi Kabupaten Nias

<< Kembali